KEKUATAN DOA DAN TERKABULNYA DOA
KEKUATAN DOA
Doa dibedakan menjadi
dua macam ayaitu doa ibadah dan doa permintaan. Masing-masing dari doa tersebut
tidak bisa dilepaskan satu sama lain .
a. Doa Ibadah
Mencari jalan menuju Allah untuk mendapatkan apa yang
diinginkan, menghilangkan sesuatu yang tidak disukai, atau melenyapkan
marabahaya dengan mengikhlaskan ibadah kepada Allah semata. Ini telah Allah swt
sampaikan pula dalam Q.S Al-Anbiya : 87-88 yang artinya :
“ Dan (ingatlah kisah)
Dzun Nun, ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami
tidak akan mempersempitnya, maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: ‘Bahwa
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau,
sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang dzalim.’ Maka Kami kabulkan doanya
dan Kami selamatkan dia dari kesedihan. Dan demikianlah Kami selamatkan
orang-orang yang beriman.”
b. Doa Permintaan
Meminta sesuatu yang bermanfaat bagi yang bersangkutan,
baik untuk mendatangkan keuntungan maupun menolak kerugian (bahaya).
Allah swt. berfirman :
رَبَّنَاۤ اِنَّنَاۤ اٰمَنَّا فَاغۡفِرۡ لَنَا
ذُنُوۡبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِۚ….
“Ya Tuhan kami,
sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan
peliharalah kami dari siksa api neraka.”
(Q.S Ali-Imran : 16)
Kekuatan Do’a
Doa dan ta’awwudz ibarat senjata. Senjata tergantung
kepada orang yang menggunakannya, buka tergantung pada ketajamannya saja. Apabila
kondisi senjata itu sempurna, tanpa ada cacat dan yang memakainya adalah tangan
yang kuat dan terampil, juga tidak ada penghalang sama sekali, maka senjata
tersebut bisa melukai musuh. Tetapi, apabila salah satu dari syarat itu tidak
terpenuhi, maka pengaruh dari senjata itu tidak akan maksimal.
Doa adalah senjata orang yang beriman yang bermanfaat
untuk menghadapi apa yang akan turun maupun yang belum turun. Seberapa besar
kekuatan dari keyakinan kepada Allah, istiqamah terhadap perintah-perintah
Allah dan menggerakan kemampuan untuk meninggikan kalimat Allah , maka sebesar
itu pula yang menjadi peluang terkabulnya doa dan keberhasilan apa yang kita
minta.
Apabila doa dilaksanakan sesuai dengan syarat nya maka
terkadang Allah mengabulkan permintaan orang yang memohon seketika, atau
menundanya, agar seorang muslim memperbanyak menangis dan menunduk kepada-Nya
atau memberi nya sesuatu yang lebih bermanfaat dari permintaannya, atau menolak
bencana dari orang yang bersangkutan. Karena Allah lebih tau apa yang terbaik
untuk hamba-Nya. [1]
[1] Syaikh Muhammad bin
Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri, Ensiklopedi Islam Kaffah , Surabaya:
Pustaka Yassir, 2013, 501-502
Komentar
Posting Komentar