CARA ALLAH MENCIPTAKAN ADAM DAN HAWA
Saat Kalian Bertanya tentang Adam dan Hawa .
Apakah Adam dan Hawa diciptakan bersama dan dari jenis yang sama pula ?
Jawab :
Pertanyaan
tersebut merupakan persoalan yang sulit dan rumit dipecahkan oleh akal kita sebagai manusia
makhluk Allah SWT. Ada ulama yang mencoba menjawab, terkadang malah membuat
kita bingung. Yang jelas, Allah menciptakan manusia dari jenis yang sama. Adam
dan Hawa diciptakan berpasangan dari jenis yang sama. Allah tidak membedakan
antara yang satu dengan yang lainnya. Tidak dibedakan antara yang laki-laki dan
perempuan. Tidak pula dibedakan darahnya, dagingnya dan kulitnya.
Allah SWT berfirman :
سُبۡحٰنَ الَّذِىۡ خَلَقَ الۡاَزۡوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۡۢبِتُ
الۡاَرۡضُ وَمِنۡ اَنۡفُسِهِمۡ وَمِمَّا لَا يَعۡلَمُوۡنَ
Artinya “
Maha suci Allah yang telah menciptakan pasang-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak
mereka ketahui”
(Q.S. Yaasiin : 36)
Ini merupakan
suatu kepastian dari Allah bahwa semua makhluk hanya berasal dari satu pasangan
saj, pria dan wanita, jantan dan betina. Dan dari pasangan (jodoh) itulah
berkembang baik.
Allah
SWT kembali berfirman :
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ
خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ
مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ
تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
Artinya “
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu
dari seorang diri (Adam) dan dari padanya (dari jenis yang sama) Allah
menciptakan isterinya (Hawa). Dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan
laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan
(mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah)
hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”
(Q.S An-Nisaa : 1)[1]
[1] M. Mutawalli
Sya’rawi, Anda Bertanya Islam Menjawab (Jilid-3), Jakarta : Gema Insani
Press, 1993, 23-24
Komentar
Posting Komentar